Quote: “…Furthermore, a given letter or letter sequence can correspond to several different segments or segment sequences according to context, and a given segment or segment sequence can be represented by several different letters or letter sequences in various words. Again, English is particularly badly behaved in this respect: compare “laughter” and “daughter” or “how” and “low” on the one hand, “bury” and “berry” or “son” and “sun” “
Buat yang masih struggle ngucapin “r” dalam bahasa Prancis, ternyata menurut ahli phonetic caranya gini: bibir dan rongga mulut dibuka jangan terlalu besar, lalu getarkan uvula (amandel) di lidah. Jangan khawatir kalau ternyata ngga bisa :p Katanya sih bahkan orang Prancis pun banyak yang kesulitan (kecuali yang medok dengan logat Parisien; berarti logatku Parisien dong
) Kayaknya bener juga, kalau denger orang-orang tua yang logat Toulousain-nya masih medok, mereka kalau bilang “r” sama kayak bahasa Indonesia: errrr..
Dalam phonetic, “r” dalam bahasa Jerman memiliki pronunciation yang sama dengan “r” dalam bahasa Prancis. Kalau menurutku “r”-nya bahasa Jerman kok rada beda ya, dengan Prancis. Dalam bahasa Prancis sepertinya lebih dekat ke “kh” dalam bahasa Arab, sedangkan dalam bahasa Jerman lebih terdengar seperti suara kucing mendengkur. Coba dengar kalau orang Jerman ngomong Raumfahrt, Rüben, zurück, drei, etc
Awalnya aku punya teori kalau “r”-nya bahasa Prancis lebih dekat ke “ch” dalam bahasa Jerman. Ternyata teoriku SALAH. Hanya mirip kalau “ch” mengikuti huruf vokal “a”, “o”, “u”, dan diphtong “au”. Untuk kasus lainnya, again, menurut ahli phonetic, cara mengucapkan “ch” adalah dengan menempatkan lidah sejajar dengan langit-langit rongga mulut, lalu alirkan udara melewati bagian atas lidah. Ayo latihan: München, Ich, Blech,…
<<No conclusion>>
Recent comments